Jadi teringat sebuah lagu dari Letto - Ruang Rindu.
Di daun yang ikut mengalir lembut tersuangai ke ujung mata
Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada
Jalanku hampa dan ku sentuh dia, terasa hangat di dalam hati
Kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua ku lihatnya pergi
Tak pernah kuragu dan selalu kuingat kerlingan matamu dan sentuhan hangat
Ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu
Kau datang dan pergi begitu saja, semua ku terima apa adanya
Mata terpejam dan hati menggumam, di ruang rindu kita bertemu
Apa akan tercipta sebuah ruang rindu yang pada akhirnya hanya aku saja didalamnya, bermain-main dengan kenangan yang ditambahi khayalan-khayalan untuk bertemu kembali.
Tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama, aku harus segera merangkak keluar dari ruang rindu, jika hanya akan menjadi sebuah khayalan yang tidak bertepi. Berbahaya, sebuah palu waktu akan menghujam aku kembali jika terus menikmatinya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar